Liga 1 Digelar Tanpa Penonton PSIS Semarang Tak Bisa Cuma Andalkan Sponsor

Beritabolasaya – Liga 1 Digelar Tanpa Penonton PSIS Semarang Tak Bisa Cuma Andalkan Sponsor. CEO PSIS Semarang yaitu Yoyok Sukawi berpendapat jika lanjutan Liga 1 2020 membuat pihaknya tidak lagi mengandalkan sponsor namun juga dari hal komersial dan bergantung pada subsidi dari PSSI. Lanjutan Liga 1 2020 akan digelar di tengah pandemi Covid-19 dengan tanpa penonton. Tentu saja hal tersebut membuat banyak klub yang akan kesulitan dalam management keuangan mereka. Seperti hal yang dialami oleh PSIS Semarang.

Liga 1 yang akan digelar tanpa penonton tentu saja membuat PSIS Semarang kebingungan. Dimana PSIS Semarang masih akan tetap menggaji para pemain mereka dan juga official walaupun aktivitas sepakbola dihentikan.

PSIS Semarang Sudah Liburkan Semua Aktivitas Sejak Bulan Maret

Situasi seperti ini tentu saja membuat PSIS Semarang merasa kesulitan dimana mereka sudah menghentikan semua aktivitas tim semenjak bulan Maret lalu. Namun mereka masih mempunyai kewajiban untuk membayar gaji pemain seperti arahan yang diberikan oleh PSSI. Namun Belum lama ini PSSI bersama PT LIB atau Liga Indonesia Baru sudah sepakat akan melanjutkan Liga 1 2020 pada bulan Oktober mendatang, namun pertandingan akan digelar tanpa adanya penonton.

Tentu saja dengan adanya keputusan tersebut membuat tim berjuluk laskar Mahesa harus memutar otak. Bukan hanya PSIS Semarang saja, namun juga semua klub peserta Liga 1 Indonesia juga harus memutar otak bagaimana agar tetap bisa memanajemen keuangan jika seluruh kompetisi digelar tanpa adanya penonton. Tentu saja beban dari klub sangat berat karena mereka tidak mendapatkan pemasukan sama sekali dari hasil penjualan tiket pertandingan.

Banyak Klub Bergantun Pada Penjualan Tiket Pertandingan

Seperti yang sudah kita ketahui saat ini jika sebagian besar klub dari Indonesia saat ini bergantung pada penjualan tiket penonton pertandingan. Jika pertandingan digelar tanpa penonton tentu saja semua klub akan merugi dari pendapatan tiket dan hanya akan bergantung dari hak komersial. CEO PSIS Semarang juga menuturkan jika pendapatan terbesar dari klub sepakbola di Indonesia adalah dari penjualan tiket, dimana hasil penjualan tiket saja totalnya sudah 70% dari pendapatan klub setiap tahunnya.

Tidak ada penonton tentu saja akan membuat penghasilan klub menjadi minus. Oleh sebab itu mau tidak mau klub sepakbola di Indonesia harus mulai bertumpu pada penghasilan sponsor. Namun Persib Bandung sendiri mengatakan jika mereka sanggup bergantung pada sponsor, tentu saja hal tersebut sangat mudah karena tim sekelas Persib Bandung adalah tim yang besar. Berbeda dengan klub kecil seperti PSIS Semarang.

Bhayangkara FC sendiri mengatakan jika sponsor mereka sudah menarik diri sebelum liga dimulai. Sementara PSIS Semarang mengatakan jika mereka tidak bisa lagi menggantungkan diri pada sponsor karena pendapatan mereka dari sponsor sudah habis untuk persiapan awal dan juga biaya operasional klub.

Terakhir, PSIS Semarang dalam lanjutan Liga 1 Indonesia hanya bisa bergantung dari hak komersial dan juga sokongan dana subsidi dari PT Liga Indonesia Baru atau PT LIB. Sementara bantuan subsidi dari PT LIB kepada masing-masing klub liga 1 adalah sebesar Rp. 800 juta. Walaupun kelihatannya dana subsidi tersebut sudah besar, namun dirasa akan masih kurang jika untuk biaya operasional dan kebutuhan klub lainnya.

Ingin mendapatkan update berita sepakbola terbaru? Jangan lupa untuk mengunjungi website beritabolasaya agar kalian tidak ketinggalan berita seputar dunia sepakbola.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *