Semifinal Liga Champion Tanpa Wakil Spanyol, Italia, dan Inggris

Beritabolasaya – Semifinal Liga Champion Tanpa Wakil Spanyol, Italia, dan Inggris. Liga Champions musim ini bisa dibilang cukup mengejutkan, banyak hal-hal yang tidak terduga terjadi di Liga Champions musim ini. Misalnya saja seperti tragedi pembantaian Barcelona atas Bayern Munchen, kemudian gugurnya Manchester City dan Juventus yang dikalahkan oleh tim Underdog Lyon.

Situasi yang cukup unik dalam 29 tahun yang terekam dalam sejarah tim-tim besar yang seharusnya dapat mewakili Spanyol, Inggris, maupun Italia, gugur satu persatu dalam melawan pesaingnya di Liga Championship 2020, dalam sejarah tim-tim besar yang mewakili beberapa negara tersebut juga pernah mengalami kejadian persis pada musim 1990-1991, pada saat itu belum dinamakan sebagai Liga Championship tetapi masih menggunakan nama Piala Championship.

Kekalahan Real Madrid Mewakili Spanyol

Sebagai kapten Real Madrid, Sergio Ramos merasakan dirinya akan disingkirkan oleh Real Madrid sebab dirinya tidak dimainkan saat kekalahannya melawan Manchester City dengan skor akhir 1-2, penyebab utamanya karena kesalahan Sergio Ramos dalam masa menjalankan hukuman yang diterima berupa akumulasi kartu yang diberikan oleh wasit pada pertandingan laga leg 2, ini menjadi dampak besar pada pertahanan Real Madrid dalam menghadapi perlawanan yang dilakukan oleh Manchester City.

Kekalahan Manchester City Mewakili Inggris

Sebuah tim dengan taktik penyerangan agresif yang dapat membuahkan 102 gol pada liga Premier, mendapatkan nominasi pencetak gol tertinggi di Eropa, tetapi semua pengalaman menyerang nya di kala melawan Lyon tidak dapat ditampilkan secara optimal dengan skor akhir 1-3, Manchester City lebih bermain secara Offensive daripada agresif.

Sikap takutnya dalam melakukan serangan justru menjadi moment yang dapat digempur pertahanannya secara perlahan, sepertinya kata menyerang adalah pertahanan terbaik adalah suatu kebenaran. Dengan permainan secara offensive lawan dapat mengatur strateginya dengan satu serangan mematikan, dimulai dari sisi kiri Lyon lalu diumpan kepada Karl Toko Ekambi walaupun dapat dihentikan oleh bek Manchester City, Maxwel Cornet memiliki kesempatan untuk merebut bola tersebut lalu ditendangnya dan menjadi gol pertama oleh Lyon.

Sebuah gol pertama dianggap penting, sebab itu yang akan dapat menentukan mentalitas para pemain, dengan gol pertama yang dilakukan oleh Lyon, membuat Lyon lebih percaya diri dalam mencetak gol kedepannya. Dengan terbacanya taktik oleh Manchester City lalu Guardiola selaku pelatih mengubah taktiknya pada menit 60 walaupun terbilang cukup telat Manchester City mampu menghasilkan 1 gol pada menit 69.

Kekalahan Juventus Mewakili Italia

Pada pertandingan leg pertama Juventus dapat menahan gelagat dari Lyon, tidak dapat dipungkiri peran Ronaldo dalam situasi tersebut cukup besar, hal ini diungkapkan langsung oleh Agnelli dengan tercetaknya 2 gol oleh Ronaldo, membuat dikala itu permainan Ronaldo bermain dengan performa yang luar biasa dengan skor akhir 2-2 membuat pertandingan menjadi seri.

Dengan Ronaldo bergabung dengan Juventus, Ronaldo dikenal sebagai sosok yang sangat ambisius tidak menoleransi kekalahan pada timnya, tetapi semua tujuannya itu tidak tercapai bersama Juventus sebab mereka hanya dapat meraih gelar sebagai Juara Liga Italia. Di pertandingan leg kedua Juventus dikalahkan oleh Lyon dengan skor akhir 2-1 ini membuat terdapat isu pemecatan Maurizio Sarri sebagai pelatih.

Ingin mendapatkan kabar terbaru dari dunia sepakbola? Jangan lupa untuk selalu mengunjungi beritabolasaya agar kalian tidak ketinggalan update terbaru dari dunia si kulit bundar.

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *